Jumat, 10 Februari 2017

MENJAWAB RINDU








MENJAWAB RINDU

Guncangan dari roda bus yang melindas batu kasar yang nyaris tanpa aspal membangunkanku dari tidur, entah bermimpi apa tadi, begitu saja luntur dari ingatan. Perjalanan sepanjang sepuluh jam dari kota medan, setelah beberapa jam dari pulau seberang, telah kami mulai jam sembilan tadi malam. 
Bunyi gemerutuk roda, derit badan bus tua, bersatu dengan suara alam meyambut pagi seperti harmoni yang terdengar ganjil. Tiupan angin subuh menyeruak dingin dari sela-sela kaca kusam yang sudah tak tertutup rapat, memaksaku membuka mata.
Ohh..... Lihat, ini sudah di Panatapan... Artinya aku hampir sampai, ya dua jam lagi jika keadaan jalan tidak semakin buruk.
Lihat semburat pagi di balik gunung bukit barisan, membiaskan cahaya emas. Nun jauh diutara bias Danau toba terlihat malas melepaskan selimut tebalnya. 
Kubuka kaca membiarkan udara dingin itu masuk, kuhirup, kuisi paru-paruku dengan nafas yang kurindukan di ribuan pagi. Huhhhh... Kurasakan kehidupan yang lebih hidup. Entahlah aku tak pintar mengutarakannya. 
Entah kenapa juga jantungku berpacu lebih cepat ketika melihat barisan gunung yang memeluk kampung halamanku dengan setia dari ratusan tahun, nun jauh disana, masih terlelap dengan selimut awan putihnya, ohhh damainya, indahnya... Aku hampir bergumam, tapi tersangkut di seperti remaja yang malu mengucapkan cinta.
Aku pulang menjawab rindu,
Aku pulang menjawab panggilanmu yang terdengar disela-sela keriuhan malam.
Ratusan purnama kulewati di pulau seberang laut. Ribuan malam aku memendam rindu, pada sambulonhu na damei (tanah kelahiran yang damai). 
 Lihat kebun teh yang menghampar luas bak permadani hijau.. Ahh Sibosur. 
 Jurang-jurang dalam, kelokan-kelokan tajam, jalan sempit berbatu kasar, serasa bukan sesuatu yang menakutkan disini. Bau haminjon(kemenyan) bau addaliman yang tumbuh subur sepanjang jalan. Di selingi dengan wangi bunga kopi akan menghipnotismu.
Parsoburan, Lumban Rau, onan Borbor, sambulonhu dengan benteng gunung Bukit Barisan
Aku tiba, menjawab rindu.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar